25 Jul 2013

TOLONG RADITH MEMBUAT SAYA TERMOTIVASI


Sekarang ini aku lagi ngikutin banget yang namanya Raditya Dika (kemana aja sih gue). Kondisi ini semacam kutukan (Haha) soalnya dulu pas Radith masih sama Sherina dan mereka berdua muncul di infotainment aku inget pernah bilang “Kok Sherina mau ya sama dia, padahal orangnya aneh gitu”, ya abisnya gerak gerik Radith waktu itu mencurigakan banget (ngeles) dan ketika mengingat itu aku jadi suka nyengir-nyengir sendiri sekarang (malu deh eikeeee).

Nah, kesukaan ini berawal dari film Cinta Brontosaurus. Sejak itu (entah kenapa) bikin tertarik banget ngikutin segala sesuatu yang berkaitan dengan Radith. Seperti kekaguman terhadap orang-orang lainnya, tentunya aku menggali (lubang kali) informasi mendasar mengenai kehidupan Radith ini, ya karena buat ku sebelum menetapkan seseorang menjadi panutan, dia harus punya nilai positif yang bisa memberi motivasi kita ke arah yang positif juga. Setelah diselidiki ternyata sosok Radith memang merupakan dijadikan sebagai panutan. Penulis dari buku-buku bestseller, aktor, sutradara, berkecimpung dalam bidang musik dan yang paling penting dia peka sama lingkungan yang aku lihat dari tulisan-tulisannya (ya meskipun cara mengekspresikannya sedikit aneh, tapi melihat tulisannya aku berpandangan kalau dia itu orang yang peduli banget terutama sama keluarganya), dan satu lagi suka menyendiri (berhubung aku juga sangat suka menyendiri jadi ya bolehlah).

Terus beberapa waktu lalu aku sempet ngikutin talkshow Raditya Dika sama Salman Aristo di kampus, dan semakin memerkuat bahwa sosok Raditya Dika itu memang pantas di kagumi. Lanjut dengan nonton Cinta Dalam Kardus, film Dika yang berikutnya, menurut aku sih filmya ga segereget Cinta Brontosaurus tapi ya tetep bikin seisi bioskop ngakak dan menyadarkan berbagai hal tentang cinta (Hihihihi). Selain apa yang udah dibilang tadi, mengenal berbagai hal mengenai Raditya Dika, membuat keinginan untuk menjadi penulis yang selama ini sempat tertunda itu muncul lagi, dan dorongan ini muncul sangat kuat. Aku tipe orang yang kebanyakan mikir dan cenderung idealis, jadi terkadang malah ragu buat melakukan apa yang pengen dilakukan, tapi dengan mengenal Dika, ketakutan itu perlahan hilang dan membuat mulai berani melakukan apa yang pengen dilakukan dan menulis apa yang pengen ditulis. Meskipun tadinya sempat berfikir terlambat buat mulai belajar jadi penulis, tapi ya sekarang udah bisa yakin bahwa gak ada kata terlambat buat belajar dan mulai detik ini aku bertekad untuk belajar nulis dengan serius dengan harapan bisa menjadi penulis seperti apa yang di idam-idamkan sejak dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar