25 Jul 2013

MOM (Mangga Oh Mangga)



Ketika aku sedang asik-asiknya baca buku yang bercerita tentang pembuatan film CDK alias Cinta Dalam Kardus sembari mengunyah buah mangga muda..... Tidak! Tidak! jangan salah sangka ini bukan ngidam atau semacamnya, aku memang suka dengan buah-buahan masam terutama untuk dikonsumsi tengah hari, wuuu seger tuenaaaan. Beberapa detik kemudian, tiba-tiba muncul sesosok makhluk yang di kenali sebagai bapak datang menghampiri disertai penyakit lamanya yang doyan banget ngerecokin kegiatan anaknya. Emang sih kemaren seharian aku ketawa-ketawa sendiri gara-gara baca buku-buku nya Raditya Dika, dan dasar bokap yang usil dan suka gak penting, dia nyuruh aku ketawa-ketawa lagi -_- masa iya harus ketawa-ketawa kalau ga ada bahan yang bisa ditertawakan. Seperti biasanya gara-gara hal tersebut terjadilah percekcokan hingga piring-piring berterbangan, tv terpecah belah dan kursi pun hancur berkeping-keping (haha engga deng). Gegara masalah ketawa itu akhirnya membawa pada sebuah diskusi yang entah mengapa menjurus pada pembahasan yang melibatkan orang gila, aku ngomong nyerocos sembari masih tetep ngunyah si mangga yang sedikit demi sedikit tubuhnya aku kerat dan pada akhirnya masuk kedalam mulut untuk diinjak dan disundul oleh gigi-gigi yang memang tengah bersiaga untuk menghantamnya, pas lagi asyik-asyiknya ngunyah sambil nyerocossss, tiba-tiba.... uhuk-uhuk..... nampaknya aku tersedak! Si mangga yang daritadi dikunyah rasanya pergi ke jalan yang tidak seharusnya (ah mangga, harusnya kau tetap berada di jalan yang lurus). Tapi aku masih kalem (sok kalem sih sebenernya), lanjutin baca sembari tetep ngunyah mangga (bapake udah diem ga ngoceh lagi), beberapa menit kemudiaaaaaan...... Hacimmm hacimmm hacim..... aku bersiiiin entah berapa kali. Yang jelas lebih dari 15 kali deh kayaknya, ya sedikit info gak penting, keluarga aku emang sedikit punya keturunan unik mengenai bersin, asalnya sih dari kakek yang kalau bersin itu bisa berkali-kali dan suara bersinnya yang dahsyat bisa menggungcangkan satu RT. Selidik punya selidik nampaknya bersin beberapa menit yang lalu itu dipicu karena tersedaknya si buah mangga, ya memang belum ada bukti ilmiah sih tapi rasanya emang gitu deh, bener gak ya, bener sih kayaknya.

Ya terlepas bener apa engga itu penyebabnya, pada intinya sih setelah ocehan yang gak penting tadi, aku cuma mau bilang gak boleh bicara sambil makan itu memang benar adanya, itu bisa mengundang mara bahaya yang tak disangka. Itu doang sih, iya cuma mau bilang itu. Sekian.

*Terimakasih mangga kau telah mengajarkan ku untuk tidak cuap-cuap selagi menelan makanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar