Ketika
aku sedang asik-asiknya baca buku yang bercerita tentang pembuatan film CDK
alias Cinta Dalam Kardus sembari mengunyah buah mangga muda..... Tidak! Tidak!
jangan salah sangka ini bukan ngidam atau semacamnya, aku memang suka dengan
buah-buahan masam terutama untuk dikonsumsi tengah hari, wuuu seger tuenaaaan.
Beberapa detik kemudian, tiba-tiba muncul sesosok makhluk yang di kenali
sebagai bapak datang menghampiri disertai penyakit lamanya yang doyan banget
ngerecokin kegiatan anaknya. Emang sih kemaren seharian aku ketawa-ketawa
sendiri gara-gara baca buku-buku nya Raditya Dika, dan dasar bokap yang usil
dan suka gak penting, dia nyuruh aku ketawa-ketawa lagi -_- masa iya harus
ketawa-ketawa kalau ga ada bahan yang bisa ditertawakan. Seperti biasanya
gara-gara hal tersebut terjadilah percekcokan hingga piring-piring
berterbangan, tv terpecah belah dan kursi pun hancur berkeping-keping (haha
engga deng). Gegara masalah ketawa itu akhirnya membawa pada sebuah diskusi
yang entah mengapa menjurus pada pembahasan yang melibatkan orang gila, aku
ngomong nyerocos sembari masih tetep ngunyah si mangga yang sedikit demi
sedikit tubuhnya aku kerat dan pada akhirnya masuk kedalam mulut untuk diinjak
dan disundul oleh gigi-gigi yang memang tengah bersiaga untuk menghantamnya,
pas lagi asyik-asyiknya ngunyah sambil nyerocossss, tiba-tiba....
uhuk-uhuk..... nampaknya aku tersedak! Si mangga yang daritadi dikunyah rasanya
pergi ke jalan yang tidak seharusnya (ah mangga, harusnya kau tetap berada di
jalan yang lurus). Tapi aku masih kalem (sok kalem sih sebenernya), lanjutin
baca sembari tetep ngunyah mangga (bapake udah diem ga ngoceh lagi), beberapa
menit kemudiaaaaaan...... Hacimmm hacimmm hacim..... aku bersiiiin entah berapa
kali. Yang jelas lebih dari 15 kali deh kayaknya, ya sedikit info gak penting,
keluarga aku emang sedikit punya keturunan unik mengenai bersin, asalnya sih
dari kakek yang kalau bersin itu bisa berkali-kali dan suara bersinnya yang
dahsyat bisa menggungcangkan satu RT. Selidik punya selidik nampaknya bersin
beberapa menit yang lalu itu dipicu karena tersedaknya si buah mangga, ya
memang belum ada bukti ilmiah sih tapi rasanya emang gitu deh, bener gak ya,
bener sih kayaknya.
Ya
terlepas bener apa engga itu penyebabnya, pada intinya sih setelah ocehan yang gak
penting tadi, aku cuma mau bilang gak boleh bicara sambil makan itu
memang benar adanya, itu bisa mengundang mara bahaya yang tak
disangka. Itu doang sih, iya cuma mau bilang itu. Sekian.
*Terimakasih mangga kau telah mengajarkan ku untuk tidak
cuap-cuap selagi menelan makanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar