Sinetron Indonesia yang pemain
utama nya amnesia memang sudah tidak merajalela lagi ya..... Hihihi.
Amnesia
oh amnesia. Sering banget rasanya mendengar orang pengen amnesia, ya termasuk aku
sendiri sih, kadang suka kepikiran kayaknya amnesia itu ok banget dan seolah
bisa melepaskan segala beban yang ada. Terutama kalau lagi inget kejadian
memalukan, menyedihkan atau lagi punya masalah dalam kehidupan pasti rasanya
amnesia itu cara paling jitu untuk membereskannya. Tapi apakah benar? Ya
entahlah ya, aku juga belum pernah ngelakuin riset tentang amnesia sih jadi
kurang paham juga. Hehehe. Tapi pertanyaan yang paling sering ngeganjel soal
amnesia, “Kalau amnesia hal-hal yang berkaitan dengan edukasi ilang juga dari
ingatan gak ya?” wah kalau hilang bisa kebayang dong segimana gawatnya. Gimana
lanjutin hidup tanpa bekal ilmu, alih-alih terbebas dari permasalahan hidup
sebelumnya eh malah muncul permasalahan baru yang sebenernya lebih memungkinkan
buat bikin dunia kita “kiamat”. Whoaaaaa, serem ah.
Nah,
dari keinginan konyol yang sempet mampir di pikiran aku untuk amnesia itu, aku
jadi kepikiran, bahwa seperti hal-hal lainnya yang ada di muka bumi ini, Tuhan
menciptakan sesuatu tentunya bukan tanpa alasan, ya kayak menciptakan ingatan
pastinya ada sebab yang sangat kuat juga kan? Ya, setelah dipikir-pikir gimana
ya jadinya dunia ini kalau misalkan ingatan itu dihapuskan apa jadinya hidup
ini, gak usah yang ribet-ribet deh, kalau misalkan hal itu terjadi terus
kejadian lucu atau indah apa dong yang bisa kita inget-inget kalau lagi sedih
atau bad mood. Emmmm apa setiap orang harus nulis diary keseharainnya biar
punya kenangan yang kemudian suatu hari bisa dibaca lagi? Wah ribet banget
ya....
Kalau
gak ada ingatan aku gak akan bisa nulis dan cerita kayak gini karena saat
memikirkan suatu hal mau di tik tapi begitu laptop loading udah keburu lupa apa
yang tadi dipikirin, wah kacau juga kalau gitu. Jadi, terimakasih Tuhan telah memberi saya ingatan, ingatan yang suatu waktu
bisa dibuka dibaca (kadang disertai gambar dan suara) yang bisa dikenang,
menjadi obat dikala duka dan menjadi pengingat dikala suka. Ok, untuk saat
ini harapan untuk amnesia aku tunda hingga waktu yang tidak ditentukan!!
Kini
ku pahami arti penting sebuah kenangan dan tak ingin ku hilang ingatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar