21 Okt 2013

Ini Dia Pangeran Idaman Gue, Kalau Lo?



Sabtu, 22 Juni 2013 tepat pukul 19.53, rencana satu hari satu tulisan hampir aja gagal, ditambah kemaren baru bisa tidur subuh gara-gara sesak nafas dan siang sampai sore sesak nafas ini rasanya begitu menggila, untung sekarang udah mendingan (fiuuh). Sambil menghirup nafas yang sedikit tersendat, sembari “sedikit” meratapi kejombloan yang udah sekian lama ini, tiba-tiba gue tersadar kalau ini malem minggu, dengan inhaler yang setia menempel di hidung ini, munculah peimikiran untuk menjadikan diri sendiri sebagai objek celaan.
Saat –saat seperti ini merupakan waktu yang paling tepat untuk kepo-in para jomblo yang keliaran di twitter atau pun orang-orang yang bikin darah gue sedikit naik dengan tweets tentang rencana pergi sama pacar mereka. Dari situ tiba-tiba melintas dipikiran ooooh noooooo gue jombloooooooo....... (Ya terus? -_-). Tapi sebagai pembelaan, gue jomblo bukan karena gak laku atau karena penyuka sesama jenis ya (amit-amit jauh jauh jauh). Ya sejalan dengan bertambahnya usia tentunya gue semakin berpikir panjang dan keribetan dalam memilih cowok buat dijadikan pacar itu semakin menjadi. Jadi ya bisa dibilang kejombloan ini adalah pilihan hidup dan temporer ya tentunya (halah ngeles aja).
Ok, ok, ok sekarang ini mungkin pemikiran-pemikiran gue akan beberapa hal sedikit banyak berubah tapi menyoal cowo idaman, masih tetep nih, susah diubah. Haha. Ya seperti kalian dan seluruh manusia di planet ini, gue juga punya kriteria idaman sendiri (isilahnya kalau buat cewek pangeran impiannya kalau cowok putri impiannya, gitu lah kurang lebih). Memang bukan kriteria yang mutlak sih (bisa berubah sesuai dengan ketersediaan produk *nah loh*) tapi ya apa salahnya kan kalau manusia punya harapan, ya kan? Ya kan? Ya kan? *harus bilang iya ya, soalnya ini nanyanya sambil bawa golok loh*
Pangeran idaman yang dimaksud tentunya tidak perlu berkuda putih atau menyelamatkan dari cengkraman nenek sihir dengan tebasan pedang panjangnya, juga bukan yang memiliki kantong ajaib doraemon yang bisa mengeluarkan apa saja yang kita inginkan, bukan pula yang punya waktu 24 jam buat nemenin nyalon atau belanja pakaian. Melainkan sosok yang ada disaat gue butuh (bukan pengen ya, butuh sama pengen kan beda tuh). Emmmm, soalnya pada dasarnya gue bukan tipe orang yang menuntut pasangan buat nemenin untuk melakukan hal-hal yang bisa dilakukan sendiri, tapi dengan tegas gue menuntut dia untuk harus selalu ada dan siap ketika ada hal yang memang harus untuk kami lalui bersama, entah itu momen suka maupun duka (halah). Terus.... kalau cerdas, bijak, berwibawa, bertanggung jawab, bermasa depan cerah sih gak usah ditanya lagi ya itu pasti jadi kriteria idaman seluruh umat manusia. Tapi yang menjadi perhatian paling penting lainnya, entah kenapa dari dulu gue masih sangat tertarik dengan cowok yang bisa nyanyi ataupun memainkan alat musik. Yap! Itu penting banget, soalnya dinyanyiin sama orang yang disayang itu bisa bikin melayang~. Hihihi.
Banyak maunya ya? Yah namanya juga manusia sah-sah saja dong kalau berharap ;)

Nah itu gambaran sosok idaman gue, kalau lo?

Pesanku Untukmu




Setelah liburan semester kemaren, aku sama anak-anak ada rencana buat tukeran kado dan didalam kado yang aku kasih ada pesannya gitu deh, gini nih isinya....

Teruntuk temanku....
Sebuah buku yang terbungkus lembaran putih bercorakan hitam ini, sesungguhnya tiada harganya dibandingkan dengan hal-hal yang telah kita lalui bersama. Buku ini tak lebih hanya perlambang dari sebuah kenangan, dimana ketika suatu saat nanti kalian kembali membaca maupun mengingat-ingat isinya, aku harap kan membangkitkan ingatan tentang kebahagiaan atau kebodohan yang kita lalui bersama yang akan membuatmu menyunggingkan senyuman terindah yang menjadi pelepas sejenak dari lelah dunia.
Kawan.... Ketika membaca sebuah buku, selalu saja ada hal yang melekat dalam memori ataupun menyentuh naluri, sehingga meskipun buku itu telah hilang maupun lapuk dimakan usia tetapi apa yang pernah kita baca didalamnya pasti kan dapat melekat indah dalam ingatan, melebur menjadi sebuah pemahaman yang dapat menjadi bekal kehidupan.
Buku ini bernapaskan persahabatan yang aku bungkus dengan lembaran putih bercorak abu. Menjadi sebuah perlambang bahwa mungkin dalam persahabatan kita selama ini ada bubuhan kisah kelabu yang menghiasi, tapi sesungguhnya disana ada balutan ketulusan yang mengemas ikatan ini secara keseluruhan.
Sahabat.... suatu waktu nanti kita pasti akan terpisah, entah karena rasa nyaman yang tlah berubah ataupun hanya karena waktu yang memaksa kita untuk melangkah. Namun bagaimana pun, satu hal yang ‘kan selalu sama, bahwa kita kan selalu memiliki kenangan bersama, yang takkan bisa terhapuskan oleh rasa jemu maupun tergerus oleh waktu.

Terimakasih ‘tuk menerima ketidak sempurnaanku.

26 Jul 2013

FOTO - PANTURA





















Foto diatas diambil pas lewat jalur Pantura, diambilnya dari dalem mobil loh :D

Hayoooo.... Siapa Aja Yang Pernah Kamu Kecewakan?



(22/06/13) Hari ini otak buntu banget, mikir sana sini gak dapet ide, akhirnya terpaksalah mengeluarkan jurus andalah dengan “membuka lembar kenangan” dimana aku nginget-nginget lagi beberapa moment di hidup yang sekiranya menarik dan gak bisa dilupakan, sekarang ini hal tersebut membawa kedalam sebuah penyesalan (nyesel banget kenapa harus nginget-nginget segala). Tapi seperti apa yang selalu aku pegang bahwa suatu kejadian dapat terjadi untuk kita maknai. Nah itu juga yang yang lagi di coba, ya jangan sampe udah galau-galau nginget masa lalu, terus gak dapet apa-apa gitu.

Kenangan ini membawa kebeberapa kejadian dimana sekarang bikin diri sendiri berpikir bahwa kalau aku itu berengsek, nyebelin, jahat dan sebagainya lah pokoknya. Aku teringat telah mengecewakan amat banyak orang di sepanjang perjalanan hidup ini. Orang tua, teman, sahabat, mantan pacar, gebetan, bahkan mungkin hingga penjaja makanan yang menawarkan jualannya. Teringat akan pengorbanan orang-orang yang sayang sama aku tapi dengan bodohnya mereka aku kecewakan. Lebay memang, tapi serius deh hal itu merupakan sesuatu yang negatif tapi sadar gak sadar terus menerus dilakukan.

Mengecewakan orang lain memang sesuatu yang tak mungkin bisa terhindarkan karena setelah dipikir-pikir memang ketika apa yang kita lakukan atau sampaikan terhadap orang lain tidak sesuai dengan apa yang menjadi harapan mereka tentunya itu bisa menimbulkan kekecewaan. Ya namanya juga hidup sih ya, ada yang harus dipilih dan dikorbankan. Tapi masalahnya pas ngecewain kita nyadar gak? Minta maaf ga? Emmmmm, mungkin dalam beberapa kesempatan iya, tapi seringkali...... lupa, bahkan gak jarang juga malah mengulanginya lagi. OMG berasa jahat banget lah. Setelah merenung ya aku sepenuhnya sadar bahwa dalam hidup ini gak mungkin untuk berhenti mengecewakan orang tapi bukan berarti karena itu bagian dari hidup terus kita boleh mengecewakan orang terus menerus daaaaaan itu berarti bahwa sebagai manusia kita harus belajar untuk tidak terlalu sering mengecewakan orang lain dan belajar memerbanyak ucapan permintaan maaf ketika menyadari bahwa apa yang kita sampaikan tidak sesuai dengan harapan orang tersebut. Emmmmm, bisa gak ya........

FOTO - BATU HIU