25 Jul 2013

ROMANTIS ITU.......

Jumat, 21 Juni 2013, hari ke-8 liburan kuliah dan hambatan itu masih ada, aku tetep masih belum maksimal buat usaha mewujudkan tujuan-tujuan yang udah ditetapkan sebelumnya. Ya, hambatannya selalu sama, malas..... Penyakit yang sungguh sulit untuk dihilangkan. Meskipun begitu, tentunya usaha buat bunuh penyakit itu atau setidaknya meminimalisir gejala dan penyebarannya masih tetap diusahakan.

Pagi ini cukup cerah, sang surya memancarkan cahaya dengan gagahnya, setelah sarapan pagi yang sedikit terlambat. Aku melihat kejendela depan rumah, entah apa yang membuat terdorong untuk menatap kesana. Tapi ketika itu, ada sepasang manusia (yang nampaknya sedang memadu asmara) duduk di kursi depan halaman rumah, berhubung rumah ku dipinggir jalan jadi kursi yang disediakan didepan memang sering digunakan orang-orang sekedar untuk minum atau bersantai, seperti kedua orang ini. Mereka sedang asyik mengobrol sambil meneguk minumannya, entah apa yang mereka bicarakan aku ga bisa nguping, mungkin rencana pernikahan (ya kali -_-), mungkin membahas kepadatan lalu lintas saat itu (sok tahu), atau mungkin membahas tujuan mereka selanjutnya (soalnya si cowo bawa motor gitu), entah lah ya apa yang mereka perbincangkan. Tapi yang pasti mereka terlihat begitu menikmati kebersamaan, berbincang santai dengan tatapan penuh cinta (halah) sambil meneguk setiap tetes dari minuman yang digengamnya. Melihat itu, pikiran ini seketika mengarahkan aku pada sebuah kata sakti (kalau aku bilang) yang selalu membumbui sebuah hubungan. Romantis ya romantis.

Sekedar informasi, aku tipe orang yang idealis dan sangat senang berkhayal. Dengan khayalan yang dimiliki aku sempat membangun deskripsi sendiri perihal romantis. Berkhayal tentang dilamar di tempat favorit (tepi pantai) dipayungi langit malam diterangi kerlap gemintang yang dilengkapi neon berbentuk hati ketika pasangan aku menyanyikan sebuah lagu indah yang diciptakan khusus buat moment itu kemudian menyodorkan sebuah cincin dengan desain yang di impi-impikan (jadi curhat), atau makan malam ditempat yang ekslusif, sampai pernikahan yang mewah nan megah, khayalan lainnya terbangun bersama orang yang kita cintai kemudian bersama menuju balkon kamar untuk melihat pemandangan yang menyejukkan hati dan pikiran. Ya itu sih tetep jadi keinginan-keinginan yang aku biarkan tersimpan dalam angan.

Tapi, melihat kejadian pagi ini seolah membangun pemahaman lain dipikiran aku menganai apa itu romantis yang sebenarnya. Seperti deskripsi romantis yang sebelumnya paparkan, kalianpun tentunya mempunyai gambaran kalian tersendiri mengenai apa itu romantis, baik itu berdasarkan apa yang pernah kalian alami ataupun perihal hal yang menjadi harapan kalian akan terjadi dimasa mendatang. Mungkin ada yang mengenai pemberian bunga dari pacar merupakan hal romantis yang pernah kalian alami, atau ada yang mendambakan makan malam di atap gedung menatap keindahan kota, mengukir nama di pasir, makan mie dipinggir jalan, mengobrol memerbincangkan masa depan bahkan hal-hal remeh berdua atau mungkin hanya berdiam diri berdua tanpa melakukan maupun mendiskusikan hal apapun, serta masih banyak hal lain tentunya yang terlintas dipikiran masing-masing dari kalian berkaitan dengan sebuah hal yang disebut romantis.

Ok, beranjak kepada pemahaman baru perihal romantis tadi, melihat berbagai cerita dari beberapa orang menganai gambaran romantis yang pernah mereka alami maupun inginkan, ada sebuah unsur yang aku garis bawahi dan memiliki kesamaan perihal gambaran akan romantis itu sendiri. KEBERSAMAAN! Dari semua gambaran akan kejadian-kejadain romantis yang ada dibenak banyak orang, mungkin deskripsinya berbeda tapi tetap saja disana akan ada unsur yang tidak hilang yaitu kebersamaan. Coba bayangkan saja apabila aku yang memiliki deskripsi romantis “makan ditempat yang ekslusif” kemudian tidak ada unsur kebersamaan disana (aku makan ditempat yang ekslusif tapi sendirian), atau yang mendeskripsikan romantis dengan makan mie dipinggir jalan (sendirian), kemudian apakah romantisme itu bisa terbangun? Tentu tidak, bukannya romantis itu malah jadi semacam jomblo miris (hahaha).

Pemikiran itu, membangun sebuah kesadaran dalam diri aku bahwa ternyata romantis bukan perihal kemewahan, bukan perihal ekslusifitas, bukan perihal hal-hal yang ribet melainkan sangat sederhana, romantis hanya disaat kita melewati waktu bersama dengan pasangan kita, kemudian merasa nyaman ketika melaluinya untuk kemudian selalu membuat tersenyum setiap kita mengenangnya. Sesederhana itu.... Jadi, dengan landasan pemikiran bahwa romantis itu hanya semudah aku dan kamu melalui waktu dengan kebersamaan, membuat moment romantis itu tidak memerlukan biaya yang menguras tenaga, pikiran dan isi dompet tentunya. Kita bisa menciptakan moment romantis kita bersama pasangan, kapan dan dimanapun.

Emmmm.... Itu romantis menurut aku, menurut kalian gimana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar