25 Jul 2013

TALKSHOW CREATIVE WRITTING BERSAMA RADITYA DIKA, SALMAN ARISTO & ANNISA BELLA



Ketika membuka memo di tablet, perhatian langsung terarah kepada sebuah catatan, gak ada judul spesifik sih sebenarnya, cuma Memo_14 tapi dari isinya ternyata itu catetan dari talkshow yang sempat diikuti, dimana saat itu pembicaranya Salman Aristo sama Raditya Dika, ada Annisa Bella juga, yang udah nonton Cinta Dalam Kardus pasti kenal sama ketiga orang ini. Ya kan? Ya kan? Jadi pas tanggal 10 Juni 2013 di kampus itu diselenggarakan kegiatan “Creative Writting and Low Budget Film Production” (kalo gak salah) sama Mas Aris, Radith + Bella. 



Seperti pada tulisan sebelumnya, aku lagi ngikutin dan tertarik dengan hal-hal yang berbau Raditya Dika, tentunya kesempatan ini gak akan dilewatkan dong, apalagi acaranya di kampus sendiri. Begitu dapet info tentang acara ini langsung bikin tertarik dan berhubung kursi yang disediakan terbatas segeralah mendaftarkan diri kemudian melanjarkan serangan untuk meracuni beberapa orang teman buat ikutan talkshow ini juga, dan berhasil (Hahaha). Sedikit kepanikan sempat terjadi ketika daftar dan ternyata panitia bilang kalau pembayaran harus dilakukan hari itu juga, itu bikin bingung banget soalnya aku lagi tes darah di Rumah Sakit yang terletak di kota berbeda dengan kampus yang merupakan lokasi pembayaran. Beruntunglah ada seorang teman dari teman (ribet ya) yang berbaik hati untuk membantu mewakili pembayaran (makasih banyak ya.... kau pahlawanku..... haha), dan kami kebagian tiketnya (Fiuh....), merasa beruntung karena ngedenger cerita beberapa teman yang gak kebagian tiket, untung buru-buru daftar ya (Hehe).

Ok, sebenernya hari itu merupakan hari pertama Ujian Akhir Semester tapi beruntunglah talkshow nya dimulai ketika jam ujian berakhir (Lala yeyeye~). Selesai ujian kami istirahat sejenak sambil nunggu open gate talkshow ini, informasinya pukul 14.00 WIB peserta sudah diperbolehkan masuk ke aula (tempat talkshow nya) dan dengan bersemangat (niatannya supaya dapet tempat duduk yang strategis) kami menapaki langkah demi langkah menuju aula yang terletak digedung sebelah ruang ujian (tadinya di tiket yang tertera acara berlangsung di aula ruang ujian kami tapi ternyata dipindah), dan disitu aku merasa amat bego dan sedikit miris ditambah sangat kurang gaul (haha). Sesampainya digedung yang dituju kami kebingungan mencari letak aula gedung tersebut (padahal hampir setiap hari beraktifitas di lingkungan itu, dari situ aku bertekat untuk lebih sering mengitari kampus. Hihihi), setelah beberapa saat berkutat dengan kebodohan akhirnya ketemu juga itu ruangan, didepan panitia nampak masih bersiap dan tentu doang dan ketika ditanya “Peserta udah boleh masuk belum?”, “Oh iya, boleh kok teh” ujar seorang panitia (yang merupakan adik angkatan kami nampaknya) dan tiket kami pun digunting, tapiiiii beberapa detik kemudian keluar seorang panitia lainnya yang bilang “Belum boleh disini, ini masih clear area” (dengan agak nyolot). Loh loh loh? Gimana ini? Apa kabar dengan namanya koordinasi, kok gak kompak? Hah, tapi ya sudahlah ya. Karena itu kami memutuskan untuk kembali ke lantai bawah (karena aulanya di lantai 3), nyari pojokan buat nyari inspirasi (dimana-mana selalu nyari pojokkan, hehe). Satu jam kemudian kami kembali ke lokasi acara dan sudah bisa masuk tentunya (huuuh, akhirnya) tapi sayangnya tempat duduk yang diincer udah ditempatin (ya tapi bersyukurlah masih bisa duduk, ga usah gelar tiker disitu *apaan sih*). Acara dibuka oleh dua orang stand up comedian lokal (nampaknya), dilanjutkan oleh MC (yang gak tahu siapa namanya), beberapa lama kemudian muncul Mas Salman Aristo yang disusul sama Raditya Dika (pas Radith keluar cewek-cewek pada histeris gitu deh....), terakhir Annisa Bella yang muncul (kalo gak salah gitu deh susunannya). Dan disitu memang terbukti bahwa Raditya Dika itu ternyataaaaaa........... ya seperti apa yang selalu dia akui kontet (padahal aku sendiri juga kontet kurang tinggi, haha), tapi menurut aku tetep sih Radith itu K3 (Kontet Kontet Kece) wkwkwkwk.

Acara ini diisi dengan perbincangan anara panelis dan moderator (yaiya lah namanya juga talkshow), kemudian nonton trailer film Cinta Dalam Kardus, lihat foto-foto dibelakang layar, terus ada sesi tanya jawab juga tentunya. Radith nampaknya ngantuk dan kecapean kelihatan dari dia yang nutupin muka pake topi terus (nyolong-nyolong tidur, kayaknya sih) lengkap dengan sesajen kopi hitamnya (hihihi) tapi itu tidak mengurangi keseruan juga tidak mengurangi kekonyolan komedian satu ini, selama acara berlangsung, semua peserta selalu tertawa terbahak-bahak (termasuk aku) meskipun ada sebagian lawakan yang udah pernah dia dengar (di video-videonya), sama sekali gak mengurangi kelucuannya, pokoknya sampai terpingkal-pingkal ngeliat kelakuan sama mendengar apa yang disampaikan.

Meskipun hampir sepanjang acara ketawa terus tapi tentunya banyak hal lain yang aku dapet dari talkshow ini (gak cuma hiburan doang), pastinya ada ilmu, pemahaman baru, dan motivasi juga di dapet, sesuai dengan tujuan awal ikut kegiatan ini (buat nambah pengetahuan dan meningkatkan percaya diri sebagai bekal keseriusan untuk nulis). Berikut catatan selama talkshow.


Nah setelah mendengar, mencerna, merasa, dan dipikirkan apa yang disampaikan ditalkshow itu aku merasa bahwa pengetahuan dan pengalaman aku soal penulisan masih cetek banget, kalau dalam range 1-10 itu ada di 3 tapi itu gak akan melunturkan tekad untuk serius mendalami penulisan tentunya malah itu semakin membuat termotivasi untuk  menggali pengetahuan dan pengalaman juga pemahaman lebih dalam lagi, sempat mikir kalau ini terlambat, kalau di usia yang udah kepala dua ini gak banyak waktu lagi buat masih belajar untuk menjadi ahli dalam suatu bidang tapi setelah dipikir lagi bukankah yang namanya belajar itu gak ada batasnya? Itu sekarang yang aku jadikan pegangan. 

Ucapan Radith yang paling di inget dari acara creative talkshow tersebut kurang lebih kayak gini “Kreativitas muncul karena adanya berbagai opsi dalam pikiran kita, sementara opsi merupakan kumpulan pengetahuan, jadi ya kalau mau tetap kreatif selalu tambah pengetahuan/referensi” ya intinya “Perbanyak referensi maka kreativitas pun takkan mati”. Oh ya, kami keluar dari gedung bertepatan sama keluarnya Radith dari gedung tersebut, Radith kelihatan buru-buru naik ke mobil, entah ada apa gerangan. Itu dimana aku pertama kali mendengar dan melihat seorang Raditya Dika berbicara secara langsung (Wooo woooo kemana aja aku selama ini). Seru pastinya dan yah banyak pengetahuan baru yang di dapat, semoga nanti aku bisa menggali banyak pengetahuan lagi dari dia dan dari penulis-penulis hebat lainnya.

*Gak ada foto Radith pas ngomong didepan soalnya posisi duduk dan kamera yang dibawa kurang memadai :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar