Ketika membuka memo di
tablet, perhatian langsung terarah kepada sebuah catatan, gak ada judul
spesifik sih sebenarnya, cuma Memo_14 tapi dari isinya ternyata itu catetan
dari talkshow yang sempat diikuti, dimana saat itu pembicaranya Salman Aristo
sama Raditya Dika, ada Annisa Bella juga, yang udah nonton Cinta Dalam Kardus
pasti kenal sama ketiga orang ini. Ya kan? Ya kan? Jadi pas tanggal 10 Juni
2013 di kampus itu diselenggarakan kegiatan “Creative Writting and Low Budget
Film Production” (kalo gak salah) sama Mas Aris, Radith + Bella.
Seperti
pada tulisan sebelumnya, aku lagi ngikutin dan tertarik dengan hal-hal yang
berbau Raditya Dika, tentunya kesempatan ini gak akan dilewatkan dong, apalagi
acaranya di kampus sendiri. Begitu dapet info tentang acara ini langsung bikin
tertarik dan berhubung kursi yang disediakan terbatas segeralah mendaftarkan
diri kemudian melanjarkan serangan untuk meracuni beberapa orang teman buat
ikutan talkshow ini juga, dan berhasil (Hahaha). Sedikit kepanikan sempat terjadi
ketika daftar dan ternyata panitia bilang kalau pembayaran harus dilakukan hari
itu juga, itu bikin bingung banget soalnya aku lagi tes darah di Rumah Sakit
yang terletak di kota berbeda dengan kampus yang merupakan lokasi pembayaran.
Beruntunglah ada seorang teman dari teman (ribet ya) yang berbaik hati untuk
membantu mewakili pembayaran (makasih banyak ya.... kau pahlawanku..... haha),
dan kami kebagian tiketnya (Fiuh....), merasa beruntung karena ngedenger cerita
beberapa teman yang gak kebagian tiket, untung buru-buru daftar ya (Hehe).
Ok,
sebenernya hari itu merupakan hari pertama Ujian Akhir Semester tapi
beruntunglah talkshow nya dimulai ketika jam ujian berakhir (Lala yeyeye~).
Selesai ujian kami istirahat sejenak sambil nunggu open gate talkshow ini,
informasinya pukul 14.00 WIB peserta sudah diperbolehkan masuk ke aula (tempat
talkshow nya) dan dengan bersemangat (niatannya supaya dapet tempat duduk yang
strategis) kami menapaki langkah demi langkah menuju aula yang terletak
digedung sebelah ruang ujian (tadinya di tiket yang tertera acara berlangsung
di aula ruang ujian kami tapi ternyata dipindah), dan disitu aku merasa amat
bego dan sedikit miris ditambah sangat kurang gaul (haha). Sesampainya digedung
yang dituju kami kebingungan mencari letak aula gedung tersebut (padahal hampir
setiap hari beraktifitas di lingkungan itu, dari situ aku bertekat untuk lebih
sering mengitari kampus. Hihihi), setelah beberapa saat berkutat dengan
kebodohan akhirnya ketemu juga itu ruangan, didepan panitia nampak masih
bersiap dan tentu doang dan ketika ditanya “Peserta udah boleh masuk belum?”,
“Oh iya, boleh kok teh” ujar seorang panitia (yang merupakan adik angkatan kami
nampaknya) dan tiket kami pun digunting, tapiiiii beberapa detik kemudian
keluar seorang panitia lainnya yang bilang “Belum boleh disini, ini masih clear
area” (dengan agak nyolot). Loh loh loh? Gimana ini? Apa kabar dengan namanya
koordinasi, kok gak kompak? Hah, tapi ya sudahlah ya. Karena itu kami memutuskan
untuk kembali ke lantai bawah (karena aulanya di lantai 3), nyari pojokan buat
nyari inspirasi (dimana-mana selalu nyari pojokkan, hehe). Satu jam kemudian
kami kembali ke lokasi acara dan sudah bisa masuk tentunya (huuuh, akhirnya)
tapi sayangnya tempat duduk yang diincer udah ditempatin (ya tapi bersyukurlah
masih bisa duduk, ga usah gelar tiker disitu *apaan sih*). Acara dibuka oleh
dua orang stand up comedian lokal (nampaknya), dilanjutkan oleh MC (yang gak
tahu siapa namanya), beberapa lama kemudian muncul Mas Salman Aristo yang
disusul sama Raditya Dika (pas Radith keluar cewek-cewek pada histeris gitu
deh....), terakhir Annisa Bella yang muncul (kalo gak salah gitu deh
susunannya). Dan disitu memang terbukti bahwa Raditya Dika itu
ternyataaaaaa........... ya seperti apa yang selalu dia akui kontet (padahal aku
sendiri juga kontet kurang tinggi, haha), tapi menurut aku
tetep sih Radith itu K3 (Kontet Kontet Kece) wkwkwkwk.
Acara
ini diisi dengan perbincangan anara panelis dan moderator (yaiya lah namanya
juga talkshow), kemudian nonton trailer film Cinta Dalam Kardus, lihat
foto-foto dibelakang layar, terus ada sesi tanya jawab juga tentunya. Radith
nampaknya ngantuk dan kecapean kelihatan dari dia yang nutupin muka pake topi
terus (nyolong-nyolong tidur, kayaknya sih) lengkap dengan sesajen kopi
hitamnya (hihihi) tapi itu tidak mengurangi keseruan juga tidak mengurangi
kekonyolan komedian satu ini, selama acara berlangsung, semua peserta selalu
tertawa terbahak-bahak (termasuk aku) meskipun ada sebagian lawakan yang udah
pernah dia dengar (di video-videonya), sama sekali gak mengurangi kelucuannya,
pokoknya sampai terpingkal-pingkal ngeliat kelakuan sama mendengar apa yang
disampaikan.
Meskipun
hampir sepanjang acara ketawa terus tapi tentunya banyak hal lain yang aku
dapet dari talkshow ini (gak cuma
hiburan doang), pastinya ada ilmu, pemahaman baru, dan motivasi juga di
dapet, sesuai dengan tujuan awal ikut kegiatan ini (buat nambah pengetahuan dan
meningkatkan percaya diri sebagai bekal keseriusan untuk nulis). Berikut
catatan selama talkshow.
Nah
setelah mendengar, mencerna, merasa, dan dipikirkan apa yang disampaikan
ditalkshow itu aku merasa bahwa pengetahuan dan pengalaman aku soal penulisan
masih cetek banget, kalau dalam range 1-10 itu ada di 3 tapi itu gak akan
melunturkan tekad untuk serius mendalami penulisan tentunya malah itu semakin
membuat termotivasi untuk menggali pengetahuan dan pengalaman juga
pemahaman lebih dalam lagi, sempat mikir kalau ini terlambat, kalau di usia
yang udah kepala dua ini gak banyak waktu lagi buat masih belajar untuk menjadi
ahli dalam suatu bidang tapi setelah dipikir lagi bukankah yang namanya belajar
itu gak ada batasnya? Itu sekarang yang aku jadikan pegangan.
Ucapan
Radith yang paling di inget dari acara creative talkshow tersebut kurang lebih
kayak gini “Kreativitas muncul karena adanya berbagai opsi dalam pikiran kita,
sementara opsi merupakan kumpulan pengetahuan, jadi ya kalau mau tetap kreatif
selalu tambah pengetahuan/referensi” ya intinya “Perbanyak referensi maka
kreativitas pun takkan mati”. Oh ya, kami keluar dari gedung bertepatan sama
keluarnya Radith dari gedung tersebut, Radith kelihatan buru-buru naik ke
mobil, entah ada apa gerangan. Itu dimana aku pertama kali mendengar dan
melihat seorang Raditya Dika berbicara secara langsung (Wooo woooo kemana aja aku
selama ini). Seru pastinya dan yah banyak pengetahuan baru yang di dapat,
semoga nanti aku bisa menggali banyak pengetahuan lagi dari dia dan dari
penulis-penulis hebat lainnya.
*Gak
ada foto Radith pas ngomong didepan soalnya posisi duduk dan kamera yang dibawa
kurang memadai :(


Tidak ada komentar:
Posting Komentar