Sabtu,
22 Juni 2013 tepat pukul 19.53, rencana satu hari satu tulisan hampir aja
gagal, ditambah kemaren baru bisa tidur subuh gara-gara sesak nafas dan siang
sampai sore sesak nafas ini rasanya begitu menggila, untung sekarang udah
mendingan (fiuuh). Sambil menghirup nafas yang sedikit tersendat, sembari “sedikit”
meratapi kejombloan yang udah sekian lama ini, tiba-tiba gue tersadar kalau ini
malem minggu, dengan inhaler yang setia menempel di hidung ini, munculah
peimikiran untuk menjadikan diri sendiri sebagai objek celaan.
Saat
–saat seperti ini merupakan waktu yang paling tepat untuk kepo-in para jomblo
yang keliaran di twitter atau pun orang-orang yang bikin darah gue sedikit naik
dengan tweets tentang rencana pergi sama pacar mereka. Dari situ tiba-tiba
melintas dipikiran ooooh noooooo gue jombloooooooo....... (Ya terus? -_-). Tapi
sebagai pembelaan, gue jomblo bukan karena gak laku atau karena penyuka sesama
jenis ya (amit-amit jauh jauh jauh). Ya sejalan dengan bertambahnya usia
tentunya gue semakin berpikir panjang dan keribetan dalam memilih cowok buat
dijadikan pacar itu semakin menjadi. Jadi ya bisa dibilang kejombloan ini adalah
pilihan hidup dan temporer ya tentunya (halah ngeles aja).
Ok,
ok, ok sekarang ini mungkin pemikiran-pemikiran gue akan beberapa hal sedikit
banyak berubah tapi menyoal cowo idaman, masih tetep nih, susah diubah. Haha.
Ya seperti kalian dan seluruh manusia di planet ini, gue juga punya kriteria
idaman sendiri (isilahnya kalau buat cewek pangeran impiannya kalau cowok putri
impiannya, gitu lah kurang lebih). Memang bukan kriteria yang mutlak sih (bisa
berubah sesuai dengan ketersediaan produk *nah loh*) tapi ya apa salahnya kan
kalau manusia punya harapan, ya kan? Ya kan? Ya kan? *harus bilang iya ya,
soalnya ini nanyanya sambil bawa golok loh*
Pangeran
idaman yang dimaksud tentunya tidak perlu berkuda putih atau menyelamatkan dari
cengkraman nenek sihir dengan tebasan pedang panjangnya, juga bukan yang
memiliki kantong ajaib doraemon yang bisa mengeluarkan apa saja yang kita
inginkan, bukan pula yang punya waktu 24 jam buat nemenin nyalon atau belanja
pakaian. Melainkan sosok yang ada disaat gue butuh (bukan pengen ya, butuh sama
pengen kan beda tuh). Emmmm, soalnya pada dasarnya gue bukan tipe orang yang
menuntut pasangan buat nemenin untuk melakukan hal-hal yang bisa dilakukan
sendiri, tapi dengan tegas gue menuntut dia untuk harus selalu ada dan siap
ketika ada hal yang memang harus untuk kami lalui bersama, entah itu momen suka
maupun duka (halah). Terus.... kalau cerdas, bijak, berwibawa, bertanggung
jawab, bermasa depan cerah sih gak usah ditanya lagi ya itu pasti jadi kriteria
idaman seluruh umat manusia. Tapi yang menjadi perhatian paling penting lainnya,
entah kenapa dari dulu gue masih sangat tertarik dengan cowok yang bisa nyanyi
ataupun memainkan alat musik. Yap! Itu penting banget, soalnya dinyanyiin sama
orang yang disayang itu bisa bikin melayang~. Hihihi.
Banyak
maunya ya? Yah namanya juga manusia sah-sah saja dong kalau berharap ;)
Nah
itu gambaran sosok idaman gue, kalau lo?