25 Jul 2013

PENANTIAN AKAN KEBAHAGIAAN ABADI


Ketika hanya udara yang setia menjadi teman hidupku, aku pilu.
Sepi begitu terasa bergulir dalam hati.
Tak  ada keceriaan lagi, hanya sakit yang melanda jiwa.
Batin begitu tersiksa, terisis tersayat.
Kesunyian menghantui, membayangi setiap pijakan di bumi.
Keindahan yang sebelumnya terdeskripsi dalam imaji kini hilang terhapus pedihnya kenyataan yang ada.
Kepiluan, kegalauan, kegelisahan hanya itulah yang menyelimuti jiwa.
Bahagia itu telah hilang tergerus gelombang prahara, terdepak oleh kerasnya hempasan cobaan.
Semua telah  tiada dan mungkin takkan kembali hingga waktu yang tak terbayang.
Spekulasi bermunculan, menguasai logika dan juga sisi kebatinan
meyiksa rohani yang tengah dilanda kehampaan.
Selalu luka, ya selalu luka yang terasa.
Senyum yang dulu sempat menemani ku dalam melalui perguliran detik,
kini telah menghilang entah kemana.
Meski telah ku cari namun tak bisa ku temui hingga batas sabarku tlah tergerus oleh waktu.
Sekali lagi rasa ini bertanya, apakah semuanya akan kembali atau aku akan terus berada dalam pesakitan seperti ini?
Misteri kehidupan yang telah Tuhan lukiskan begitu rumit, terlalu rumit untuk di pahami oleh logika dan rasa
Takkan pernah ada yang tau apa yang akan terjadi pada menit kedepan dalam hidup ini.
Semua itu hanya akan menjadi rahasia sang pencipta, sang penentu sang pemberi yang sejatiya selalu adil pada umatnya.
Mungkin aku juga hanya perlu menunggu waktu, waktu yang tepat untuk mendapatkan keadilan itu.
Ya tentu bahagia juga akan datang padaku, mengganntikan pedihnya duka yang telah lama menyiksa.
Aku yakin, aku yakin jika tiba sang waktu, bahagia itu kan menjemputku
Akan selalu ku tunggu bahagia itu meskipun jiwa dan raga ini sudah tak lagi bersatu
Karena ku yakin bahagia yang abadi adalah berada disisiMu dengan dilimpahi kasih serta sayangMu.
Hanya itu yang sekarang ku tunggu.
Semoga, semoga bisa ku dapat itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar