Terombang ambing ditengah badai prahara
yang tiada henti menerpa
Mencari secercah harap
Mengukir setitik asa
Demi mendapat bahagia
Langit menangis melihat kepiluanku
Mentari pun tak lagi secerah biasa
Nyanyian burung pun begitu sendu
seolah mengikuti irama kepedihanku
Kapan?
Kapankah bahagia itu akan datang?
Menghibur hati yang lara
Mengobati duka yang bergumul dalam dada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar