26 Feb 2014

(Masih) Tentangmu Pria Berbaju Biru

Untukmu Pria Berbaju Biru,
Semalam kau kembali menyapaku. Menyelusup dengan manis dalam indah di bagian lain dari hidupku. Menarikan bahagia diantara kehampaan jiwa. Andai bisa ku memilih dan dapat dipasti bahwa disana selalu ada dirimu dan kita kan sesap indah bahagia bersama, maka ku kan memilih 'tuk hidup disana, dimana kau kan ada, dimana ada kita.
Mimpi tentangmu membawa ceria, mimpi tentangmu sajikan bahagia, meskipun terkadang ada kesakitan yang begitu menyiksa karena ketika mataku terbuka, berharap kau ada disana namun ternyata tak begitu adanya.
Namun, entah mengapa, kesakitan yang ada seakan tak begitu dominan terasa dibanding dengan bahagia yang menguasai dada. Tak ku tau mengapa,  mimpi tentangmu selalu terasa begitu nyata dan nyaris tak bisa ku bedakan dengan realita. Lalu untuk kesekian kalinya, aku meyakini bahwa aku t'lah jatuh cinta. Rasa yang entah mengapa bisa bergumul kuat di dada, padahal bahkan aku tak pernah lagi tahu kau dimana.
Kamu, pria berbaju biru, tahukah kamu bahwa sempat ku memohon petunjuk pada-Nya tentang siapa yang tepat 'tuk mengisi kosong hatiku dan saat kesekian kalinya Tuhan mengirimkanmu dalam indah bunga tidurku, besar ku berharap bahwa kau lah yang Ia kirimkan untuk temaniku, bahwa kaulah belahan jiwaku. Meski bahkan belum ku tahu jalan mana yang harus ku tempuh untuk temukanmu.
Padamu pria berbaju biru, ku berikan segenap ketulusan jiwa yang tak ku pungkiri harapkan balasan meski takkan pernah kan ku paksakan.
Demimu pria berbaju biru, sebagian hati yang telah kau miliki kan tetap ku simpan, ku jaga, ku sediakan ruang kosong disana untuk mungkin kau isi kemudian.
Untukmu pria berbaju biru takan ada yang menyinggahi ruang itu sampai kita bisa saling menatap dalam dan kuselami setiap rasa yang ada dalammu, dalam diriku.

Masih untukmu, pria berbaju biruku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar