Untukmu Pria
Berbaju Biru,
Semalam kau
kembali menyapaku. Menyelusup dengan manis dalam indah di bagian lain dari
hidupku. Menarikan bahagia diantara kehampaan jiwa. Andai bisa ku memilih dan dapat dipasti bahwa disana selalu ada
dirimu dan kita kan sesap indah bahagia bersama, maka ku kan memilih 'tuk hidup
disana, dimana kau kan ada, dimana ada kita.
Mimpi tentangmu
membawa ceria, mimpi tentangmu sajikan bahagia, meskipun terkadang ada
kesakitan yang begitu menyiksa karena ketika mataku terbuka, berharap kau ada disana
namun ternyata tak begitu adanya.
Namun, entah
mengapa, kesakitan yang ada seakan tak begitu dominan terasa dibanding dengan
bahagia yang menguasai dada. Tak ku tau mengapa, mimpi tentangmu selalu terasa begitu nyata
dan nyaris tak bisa ku bedakan dengan realita. Lalu untuk kesekian kalinya, aku
meyakini bahwa aku t'lah jatuh cinta. Rasa yang entah mengapa bisa bergumul kuat
di dada, padahal bahkan aku tak pernah lagi tahu kau dimana.
Kamu, pria
berbaju biru, tahukah kamu bahwa sempat ku memohon petunjuk pada-Nya tentang
siapa yang tepat 'tuk mengisi kosong hatiku dan saat kesekian kalinya Tuhan
mengirimkanmu dalam indah bunga tidurku, besar ku berharap bahwa kau lah
yang Ia kirimkan untuk temaniku, bahwa kaulah belahan jiwaku. Meski bahkan belum ku tahu jalan mana yang harus ku
tempuh untuk temukanmu.
Padamu pria
berbaju biru, ku berikan segenap ketulusan jiwa yang tak ku pungkiri harapkan
balasan meski takkan pernah kan ku paksakan.
Demimu pria
berbaju biru, sebagian hati yang telah kau miliki kan tetap ku simpan, ku jaga,
ku sediakan ruang kosong disana untuk mungkin kau isi kemudian.
Untukmu pria
berbaju biru takan ada yang menyinggahi ruang itu sampai kita bisa saling menatap
dalam dan kuselami setiap rasa yang ada dalammu, dalam diriku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar